Kamis, 15 Agustus 2013

SIASAT IBLIS MENGGANGGU ORANG PUASA

Iblis pernah membuat pengakuan kepada Rasulullah SAW, bahwa ia merasa kesulitan dalam mengganggu seseorang yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan ikhlas. Kisahnya.
Allah SWT telah memerintahkan seorang malaikat untuk menemui Iblis agar dia menghadap Rasulullah SAW untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya.
Maka malaikat pun menjumpai iblis dan berkata, "Wahai iblis, Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah agar engkau menghadap Rasulullah SAW. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu, engkau jawab dengan sebenar-benarnya dan apapun yang ditanya Rasulullah. Jika engkau berdusta walau hnaya satu perkataan, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras." Mendengar ucapan malaikat yang dahsyat itu, iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Nabi Muhammad SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih sepuluh helai, panjangnya seperti ekor lembu.
Pengakuan Iblis. Iblis pun memberi salam. Namun sampai tiga kali tidak juga dijawab oleh Nabi. "Ya Rasulullah SAW, mengapa engkau tidak menjawab salamku, bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?" kata iblis. "Hai seteru Allah, kenapa engkau menunjukkan kebaikanmu, janganlah engkau mencoba menipuku, sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s. Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah, hanya saja aku diharamkan Allah membalas salammu," ujar Rasulullah SAW dengan meyakinkan. "Ya Rasulullah SAW, janganlah engkau marah. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu tipu dayaku terhadap umatmu," aku iblis kepada Nabi.
Beberapa saat kemudian Rasulullah SAW mengajukan beberapa pertanyaan.
Nabi berkata, "Jika umatku berpuasa karena Allah SWT, bagaimana keadaanmu?"nMendengar pertanyaan itu, tubuh iblis ketakutan. Kemudian ia menjawab, "Ya Rasulullah, inilah bencana yang paling besar bahayanya untukku," jawab iblis.
"Apa maksudmu?" tanya Rasulullah SAW. "Apabila masuk bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy. Bagi orang yang berpuasa, Allah SWT akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar, serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa," jawab iblis. "Lantas apa yang kau resahkan?" tanya Nabi SAW.
"Yang menghancurkan hatiku adalah malaikat dan semua isi alam yang siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa," jawab iblis lagi.
Sasaran Iblis dalam Bulan Puasa. "Jika memang demikian, apa yang akan engkau lakukan kepada umatku?" tanya Rasulullah SAW. "Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama adalah ulama yang memberi nasehat kepada manusia. Yang kedua, umat Anda yang sabar, syukur, dan ridha dengan karunia Allah SWT,"ujar iblis. "Lalu siapakah yang ketiga dari umatku itu?" tanya Nabi SAW. "Yang ketiga dari umatmu seperti Fir'aun. Terlampau sombong dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka aku pun bersuka cita. Kemudian aku masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke mana saja sesuai kehendakku. Aku membuat dia senang kepada dunia, umatmu yang ketiga itu akan melupakan ibadah, tidak mengeluarkan zakat," kata iblis. "Lalu apa siasatmu dalam mengganggu golongan umatku yang ketiga itu?" tanya Nabi SAW. "Aku menggodanya agar minta kaya dulu, setelah kaya ia akan sombong dan lupa beramal. Jika demikian, umatmu itu akan saling berebut harta, saling benci dan menghina kepada yang miskin. Jika demikian, tinggal menunggu kehancurannya," jelas iblis.
Setelah mengerti akan tipu daya iblis itu, Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya agar menjalankan ibadah puasa dengan penuh harap dan ridha kepada Allah SWT. Semoga kita semua bisa menjadi hamba yang benar-benar ikhlas dan tulus dalam berpuasa.

Wasiat dari Allah s.w.t.

                    Dari Nabi Muhammad s.a.w., "Pada waktu malam saya diisra’kan sampai ke langit, Allah s.w.t. telah memberikan lima wasiat, antaranya :
1.      Janganlah engkau gantungkan hatimu kepada dunia kerana sesungguhnya Aku tidak menjadikan dunia ini untuk engkau. 
2.      Jadikan cintamu kepada-Ku sebab tempat kembalimu adalah kepada-Ku. 
3.      Bersungguh-sungguhlah engkau mencari syurga. 
4.      Putuskan harapan dari makhluk kerena sesungguhnya mereka itu sedikitpun tidak ada kuasa di tangan mereka. 
5.      Rajinlah mengerjakan sembahyang tahajjud kerena sesungguhnya pertolongan itu berserta qiamullail. 
Ibrahim bin Adham berkata, " Telah datang kepadaku beberapa orang tetamu, dan saya tahu mereka itu adalah wakil guru tariqat. Saya berkata kepada mereka, berikanlah nasihat yang berguna kepada saya, yang akan membuat saya takut kepada Allah s.w.t..Lalu mereka berkata, "Kami wasiatkan kepada kamu 7 perkara, iaitu :
1.      Orang yang banyak bicaranya janganlah kamu harapkan sangat kesedaran hatinya. 
2.      Orang yang banyak makan janganlah kamu harapkan sangat kata-kata hemat darinya. 
3.      Orang yang banyak bergaul dengan manusia janganlah kamu harapkan sangat kemanisan ibadahnya. 
4.      Orang yang cinta kepada dunia janganlah kamu harapkan sangat khusnul khatimahnya. 
5.      Orang yang bodoh janganlah kamu harapkan sangat akan hidup hatinya. 
6.      Orang yang memilih berkawan dengan orang yang zalim janganlah kamu harapkan sangat kelurusan agamanya. 

7.      Orang yang mencari keridhaan manusia janganlah kamu harapkan sangat akan keridhaan Allah s.w.t. daripadanya." 

Selasa, 13 Agustus 2013

Kelebihan Puasa 10 Muharram

Dari Ibnu Abbas r.a berkata Rasulullah s.a.w. bersabda : " Sesiapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka Allah s.w.t. akan memberi kepadanya pahala 10,000 malaikat dan sesiapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka akan diberi pahala 10,000 orang berhaji dan berumrah, dan 10,000 pahala orang mati syahid, dan barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut maka Allah s.w.t. akan menaikkan dengan setiap rambut satu darjat. Dan sesiapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada orang mukmin pada hari Aasyura, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh ummat Rasulullah s.a.w. yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka."

Lalu para sahabat bertanya Rasulullah sa.w.: " Ya Rasulullah s.a.w., adakah Allah s.w.t. telah melebihkan hari Aasyura daripada hari-hari lain?". Maka berkata Rasulullah s.a.w.: " Ya, memang benar, Allah Taala menjadikan langit dan bumi pada hari Aasyura, menjadikan laut pada hari Aasyura, menjadikan bukit-bukit pada hari Aasyura, menjadikan Nabi Adam dan juga Hawa pada hari Aasyura, lahirnya Nabi Ibrahim juga pada hari Aasyura, dan Allah s.w.t.menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api juga pada hari Aasyura, Allah s.w.t. menenggelamkan Fir'aun pada hari Aasyura, menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub a.s pada hari Aasyura, Allah s.w.t. menerima taubat Nabi Adam pada hari Aasyura, Allah s.w.t. mengampunkan dosa Nabi Daud pada hari Aasyura, Allah s.w.t.mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman juga pada hari Aasyura, dan akan terjadi hari kiamat itu juga pada hari Aasyura !".

Tujuh Macam Pahala

Dari Anas r.a. berkata bahwa ada tujuh macam pahala yang dapat diterima seseorang itu selepas matinya.
1.      Sesiapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi masjid itu digunakan oleh orang untuk beramal ibadat di dalamnya. 
2.      Sesiapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum daripadanya. 
3.      Sesiapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang yang membacanya. 
4.      Orang yang menggali perigi selagi ada orang yang menggunakannya. 
5.      Sesiapa yang menanam tanam-tanaman selagi ada yang memakannya baik dari manusia atau burung. 
6.      Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama ia diamalkan oleh orang yang mempelajarinya. 
7.      Orang yang meninggalkan anak yang soleh yang mana ia selalu mendoakan kedua orang tuanya dan beristighfar baginya yakni anak yang selalu diajari ilmu Al-Qur'an maka orang yang mengajarnya akan mendapat pahala selagi anak itu mengamalkan ajaran-ajarannya tanpa mengurangi pahala anak itu sendiri. 
Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. telah bersabda : "Apabila telah mati anak Adam itu, maka terhentilah amalnya melainkan tiga macam :
1.      Sedekah yang berjalan terus (Sedekah Amal Jaryiah) 
2.      Ilmu yang berguna dan diamalkan. 

3.      Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya.

Kisah Neraka Jahannam

Dikisahkan dalam sebuah hadis bahwa sesungguhnya neraka Jahannam itu adalah hitam gelap, tidak ada cahaya dan tidak pula ia menyala. Dan ia memiliki 7 buah pintu dan pada setiap pintu itu terdapat 70,000 gunung, pada setiap gunung itu terdapat 70,000 lereng dari api dan pada setiap lereng itu terdapat 70,000 belahan tanah yang terdiri dari api, pada setiap belahannya pula terdapat 70,000 lembah dari api.    
Dikisahkan dalam hadis tersebut bahwa pada setiap lembah itu terdapat 70,000 gudang dari api, dan pada setiap gudang itu pula terdapat 70,000 kamar dari api, pada setiap kamar itu pula terdapat 70,000 ular dan 70,000 kalajengking, dan dikisahkan dalam hadis tersebut bahwa setiap kalajengking itu mempunyai 70,000 ekor dan setiap ekor pula memiliki 70,000 ruas. Pada setiap ruas kalajengking tersebut ia mempunyai 70,000 qullah bisa.
Dalam hadis yang sama menerangkan bahawa pada hari kiamat nanti akan dibuka penutup neraka Jahannam, maka sebaik saja pintu neraka Jahannam itu terbuka, akan keluarlah asap datang mengepung mereka di sebelah kiri, lalu datang pula sebuah kumpulan asap mengepung mereka disebelah hadapan muka mereka, serta datang kumpulan asap mengepung di atas kepala dan di belakang mereka. Dan mereka (Jin dan Manusia) apabila terpandang akan asap tersebut maka bergetarlah dan mereka berlutut dan memanggil-manggil, "Ya Tuhan kami, selamatkanlah."

Diriwayatkan bahawa sesungguhnya Rasulullah s.a.w. telah bersabda : "Akan didatangkan pada hari kiamat itu neraka Jahannam, dan neraka Jahannam itu mempunyai 70,000 kendali, dan pada setiap kendali itu ditarik oleh 70,000 malaikat, dan berkenaan dengan malaikat penjaga neraka itu besarnya ada diterangkan oleh Allah s.w.t. dalam surah At-Tahrim ayat 6 yang bermaksud : "Sedang penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras." Setiap malaikat apa yang ada di antara pundaknya adalah jarak perjalanan setahun, dan setiap satu dari mereka itu mempunyai kekuatan yang mana kalau dia memukul gunung dengan pemukul yang ada padanya, maka niscaya akan hancur lebur gunung tersebut. Dan dengan sekali pukulan saja ia akan membenamkan 70,000 ke dalam neraka Jahannam.

Senin, 12 Agustus 2013

Al-Quran Sebagai Pembela

Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah s.a.w. telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Quran, setelah itu Rasulullah s.a.w.memberitahu tentang kelebihan Al-Quran." Telah bersabda Rasulullah s.a.w.: "Belajarlah kamu akan Al-Quran, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya. "Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, "Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?"

Maka berkata Al-Quran : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari." Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Quran itu: "Adakah kamu Al-Quran?" Lalu Al-Quran mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah s.w.t. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya. Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?" Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Quran."

Anjing-Anjing Neraka

Sabda Rasulullah s.a.w. kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :
v  Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin. 
v  Bacalah Al-Quran 
v  Tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain. 
v  Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain. 
v  Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka. 
v  Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat. 
v  Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik. 
v  Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain. 
v  Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain. 
v  Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu. 

Niscaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud, "Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj kepada buruj yang lain." Sabda Rasulullah s.a.w., "Dia adalah anjing-anjing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang (menyakiti hati) dengan lisannya, dan anjing itupun merobek serta menggigit tulangnya." Kata Mu'adz, " Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat daripadanya?" Sabda Rasulullah s.a.w., "Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta diringankan oleh Allah s.w.t."